Secara
umum Warga mngandung arti peserta atau anggota dari suatu organisasi
perkumpulan, jadi secara sederhana warga Negara diartikan sebagai anggota dari
suatu Negara. Istilah warga Negara merupaka terjemahan kata citizen(inggris).
Kata citizen secara etimologis berasal dari bangsa romawi yang pada waktu itu
berbahasa latin, yaitu kata “civis” atau “civitas” yang berarti
anggota warga dari city-state. Selanjutnya kata ini dalam bahasa
Prancis diistilahkan “citoyen” yang bermakna warga dalam “cite” (kota yang
memiliki hak-hak terbatas. Citoyen atau citien dengan demikian bermakna warga
atau penghuni kota.
Sehingga
berdasarkan penjelasan di atas , dapat dikemukakaan bahwa citizen adalah warga
dari suatu komunitas yang dilekati dengan sejumlah keistimewaan, memiliki
kedudukan yang sederajat, memiliki loyalitas, berpartisipasi, dan mendapat
perlindungan dari komunitasnya.
Oleh
karena itu, pada dasarnya istiah citizen lebih tepat sebagai warga, tidak hanya
warga sebuah Negara, tetapi lebih luas pada komunitas lain di samping
Negara. Meskipun demikian, dalam perkembangan sekarang dimana Negara merupakan
komunitas politik yang dianggap paling absah, maka citizen merujuk pada warga
dari sebuah Negara atau disingkat warga Negara. Istilah warga Negara di
Indonesia ini telah menjadi konsep yang lazim bagi istilah citizen.
Selain
istilah warga Negara, kita juga sering mendengar istilah lainnya seperti rakyat
dan penduduk. Rakyat leih merupakan konsep politis dan menunjuk pada
orang-orang yang berada di bawah satu pemerintahan dan tunduk pada pemerintahan
itu. Istilah rakyat umunya dilawankan dengan penguasa. Sedangan penduduk adalah
orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah Negara dalam kurun waktu
tertentu. Orang berada di suatu wilayah negara dapat dibedakan antara penduduk
dan non-penduduk, lebih jauh lagi penduduk negara dapat dibedakan menjadi warga
negara dan orang asing atau bukan warga negara.
Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang
kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur olehpemerintahan yang
berada di wilayah tersebut. Negara
juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang
berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara
independent. Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki
wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya
adalah mendapat pengakuan dari negara lain.
Pengalaman
yang saya lihat di Indonesia khususnya adalah perkawinan antar WNA dan WNI,
warga negara Indonesia dengan Warga negara Asing atau luar negeri, seperti
pernikahan Cristian Gonzaler dengan Eva sebagai berikut, Cristian Gerard Alfaro Gonzales atau yang lebih dikenal
sebagai Cristian Gonzales adalah pesepakbola Indonesia yang lahir di Montevideo,
Uruguay, 30 Agustus 1976. El Loco, julukan Gonzales, bergabung ke Timnas
Indonesia, 21 November 2010.
Kecintaan Gonzales terhadap Indonesia berawal dari
kisah cintanya bersama Eva Nurida Siregar. Wanita yang ia temui di Cile 1994
tersebut membawa El Loco ke Indonesia. Gonzales kemudian menikah dengan Eva,
setahun sesudah pertemuan spesial itu. Mereka telah dikaruniai 2 orang anak
yaitu Fernando dan Florencia. Sedangkan, Amanda Gonzales dan Michael adalah
anak dari pernikahan Cristian sebelumnya.
Sepakbola bagi Gonzales sudah bukan hal baru. Beberapa
klub luar negeri yang tercatat pernah menjadi rumah pesepakbola berusia 37
tahun ini antara lain Klub Penarol Uruguay (1988-1991), Sud Amerika
(1994-1995), Huracan de Carientes Argentina (1997) dan Deportivo Maldonado
(2000-2002). 2003 menjadi
awal karir cemerlang Gonzales sebagai pesepakbola Indonesia. Dengan seragam PSM
Makassar, atlet penggemar Tom Cruise ini berhasil mencetak 27 gol di sepanjang musim. Namun
sayangnya, karir El Loco bersama Laskar Ayam Jantan dari Timur harus berakhir
dengan sanksi skorsing. Gonzales diganjar skorsing selama satu musim dan
didenda Rp 20 juta karena memukul salah seorang petugas Persita Tangerang saat
bertanding.
Selesai menjalani masa skorsing, El Loco memutuskan
bergabung dengan Persik Kediri. Gonzales kembali menunjukkan permainan bagus
selama di Persik. Bahkan gol tunggal Gonzales di laga final pertandingan Liga
Indonesia membawa Persik menjadi juara (2006). Namun lagi-lagi pesepakbola yang
resmi menjadi WNI, 1 November 2010, ini harus menghadapi masalah. Peraturan
rasionalisasi gaji yang dilakukan Persik membuatnya keluar dari tim yang telah
3 tahun menjadi tempat tinggalnya tersebut.
Persib Bandung kemudian menjadi "rumah Gonzales
di 2009. Dengan kontrak pemain pinjaman, Gonzales merumput bersama kesebelasan
Maung Bandung dengan gaji 60 juta per bulan. Di sana ia kembali menunjukkan
skillnya memainkan bola. Ia bermain sebanyak 16 kali di Liga dan mencetak 14
gol. Hal itu menjadikan Gonzales sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Super.
Persib lantas mengontrak Gonzales sebagai pemain tetap untuk sisa musim
2009-2010 seusai masa pinjaman berakhir.
Dari Bandung, Cristian pindah ke Kalimantan. Kali ini
Persisam Samarinda yang berhasil membujuk pemain yang piawai memasak Salsa de
Pollo, makanan khas Amerika Latin tersebut. Cristian tiba di Samarinda pada 12
September bermain untuk kesebelasan Pesut Mahakam musim 2011-2012. Musim 2013, El Loco memutuskan bermain untuk
kesebelasan Singo Edan, Arema. Bersama kesebelasan yang berasal dari Malang, El
Loco berhasil membawa tim tersebut menjuarai Menpora Cup 2013. Prestasi Gonzales dalam sepakbola tidak bisa
diragukan. Ia adalah satu-satunya pesepakbola yang berhasil meraih gelar top
skor Divisi utama Liga Indonesia selama tiga tahun berturut-turut, musim
2005-2006, 2006-2007 serta 2007-2008. Selain itu, Gonzales juga menorehkan
prestasi sebagai top skor ajang ISL 2008-2009 dan top skor piala Indonesia
2010.
Hal
ini saya kuti karena ini menarik bagi saya, karena disaat populasi Indonesia
ini yang meningkat namun banyak perkawinan antar negara, buka berarti hal ini
menutup kemungkinan bahwa populasi di indonesia in akan semakin pesat. Bukan hanya
itu saja, menurut saya banyak WNA memperistri perempuan Indonesia hanya ingi
memperbaiki ekonomi WNA saja karena mungkin kurangnya pekerjaan dinegaranya. Hal
ini tentu saja akan mengurangi lapangan perkerjaan bagi warga negara indonesia
sendiri dan akan menimbulkan banyak penganguran, saya berharap pemerintah
membatasi warga untuk menikah antar negara, sehinngga penduduk loka dapat
memperbaiki kualitas kehidupanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar