Chrome Pointer

Blog Posts

Sabtu, 03 Januari 2015

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan dalam Pengalaman Pribadi

            Penduduk masyarakat dan kebudayaan adalah konsep-konsep yang pertautannya satu sama lain sangat berdekatan. Bermukimnya penduduk dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, memungkinkan untuk terbentuknya masyarakat di wilayah tersebut. Ini berarti masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya sehinggat idak mungkin akan ada masyarakat tanpa penduduk, masyarakat terbentuk karena penduduk. Sudah barang tentu penduduk disini yang dimaksud adalah kelompok manusia, bukan penduduk/populai dalam pengertian umum yang mengandung arti kelompok organisme yang sejenis yang hidup dan berkembang biak pada suatu daerah tertentu.
            Demikian pula hubungan antara masyarakat dan kebudayaan, ini merupakan dwi tunggal, hubungan dua yang satu dalam arti bahwa kebudayaan merukan hasil dari suatu masyarakat, kebudayaan hanya akan bisa lahir, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Tetapi juga sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Hubungan antara masyarakat dan kebudayaan  inipun merupakan juga hubungan yang saling menentukan
            Penduduk, dalam pengertian luas diartikan sebagai kelompok organisme sejenis yang berkembang biak dalam suatu daerah tetentu. Penduduk dalam arti luas itu sering diistilahkan popuasi dan disini dapat meliputi populais hewan, tumbuhan dan juga manusia. Dalam kesempatan ini penduduk digunakan dalam pengertian orang-orang yang mendiami wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.
Adapun masyarakat adalah suatu kesatuan kehidupan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Tekanannya disini terletak pada adanya pranata sosia, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. Pranata sosial disini dimaksudkan sebagai perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok.
            Kebudayaan merupakan hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai  semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan selanjutna cipta merupakan kemampuan berpikir kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.
            Sepwrti halnya masyarakat yang hidup di daerah perdesaan, seperti tempat tinggal saya yang dahulu, yaitu kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Saya tinggal di desa pugeran kecamatan karang sari desa semin, disana memiliki budaya-budaya yang sering di gunakan dalam sehari-hari adalah budaya gotong-royong, didaerah desa gotong royong adalah budaya sayng sudah mendarah daging, setiap ada sesuatu yang menimpa masyarakat lain pasti ada saja bantuan yang datang dari masyarakat lain.
            Perbedaanya adalah dengan penduduk perkotaan, gotong-royong di kota lebih mementingkan material, atau bisa di sebut ada uang kita bantu, hal tersebut kurang lah berkenan dengan masyarakat desa, karena yang uingin diperoleh orang desa bukanlah material saja., namun kebersamaan yang serasi, jadi sesama warga bisa saling mengenal, rela menolong, bukan dengan mengahrapkan balas budi. Menurut pengalaman ku didesa selama 15 tahun aku tak pernah tak kenal dengan tetangga-tetangga dari satu RT ke RT lain pun saling mengenal, karena budaya saling menolong tersebutlah yang sangat membantu menyambung tali silaturahmi untuk mengenal satu sama dengan yang lain.
            Selain itu masyarakat desa memiliki keunikan yaitu pastinya dalamsebuah desa atau dusun memiliki alat pemersatu atau alat silahturahmi antar warga, biasanya kebudayaan tersebut di adakan seperti diadakanya wayang kulit, campur sari, ledek, dan lain sebagainya dan juga anak-anak dari perdusun mengadakan persembahan penampilan seperti menari, menyanyi dan lain sebagainya. Itulsh pengalaman saat aku dahulu tinggal di desa, dan aku sangat merindukanya. Terimakasih

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar