Chrome Pointer

Blog Posts

Senin, 21 Oktober 2013

Tugas Ilmu Budaya Dasar- Ke 3

Ilmu Budaya Dasar

1. Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusateraan

 Ilmu Budaya Dasar secara sederhana adalah pengetahuan yang diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan . Suatu karya dapat saja mengungkapkan lebih dari satu masalah, sehingga ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu filsafat ataupun ilmu tari yang terdapat dalam pengetahuan budaya, tetapi ilmu budaya dasar menggunakan karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk .
Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep.

   Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan
1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat,
budaya daerah dan budaya nasional

   Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia. Unsur-unsur kebudayaan

1. Sistem Religi/ Kepercayaan
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Ilmu Pengetahuan
4. Bahasa dan kesenian
5. Mata pencaharian hidup
6. Peralatan dan teknologi

   Karya sastra adalah penjabaran abstraksi,namun filsafat yang menggunakan bahasa juga disebut abstrasi. Maka abstrak adalah cinta kasih,kebahagian,kebebasan dan lainnya yang digarap oleh filsafat. Dalam kesusastraan IBD dapat dihubungkan …
meliputi: Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dll. Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut diatas maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan. Konsep-konsep social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan utntuk mempelajari masala-masalah social yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial, contohnya: Keanekaragaman dan konsep kesatuan sosial bertolak .
Tanpa ada maksud menciptakan dikotomi dalam kesusastraan, ada perbedaan antara literatur biasa dengan sastra. Sastra memiliki sense of love yang lebih representatif. Sebagai contoh, literatur ekonomi dapat saja mencatat angka-angka … Ada benang merah yang menyatukan konsep kebudayaan kita. Tidak heran apabila para pendiri bangsa mampu melebur diri dalam Bhineka Tunggal Ika. Kearifan budaya lokal masih kuat

A. Pendekatan Kesusastraan

   Ilmu Budaya Dasar pada kali ini berkaitan dengan budaya yang ada dalam keseharian dan budaya bangsa. Ada istilah Humanities yang berasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus. Hal ini tentunya sangat baik jika kita pelajar, karna kita akan mendapatkan ciri dari manusia yang baik dalam bermasyarakat. Istilah Humanities berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnya seperti filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rakyat, dsb. Dari semua itu intinya adalah mempelajari masalah manusia dan kebudayaan. 
   Contohnya saja dalam bidang kesenian, seni adalah suatu ekspresi dari jiwa manusia. Segala kebebasan hasil karya dari manusia bebas dituangkan dalam ekspresi seni. Seni lebih berbicara banyak dalam kebudayaan, bahkan budaya dapat menggambarkan ciri dari suatu bangsa yang bermartabat. 

B. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa

   Prosa adalah cerita rekaan dan diartikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Dalam kesusastraan kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru. 
Prosa lama meliputi :

· Dongeng : Cerita yang tidak benar-benar terjadi. 
· Hikayat : Cerita yang sulit diterima akal,merupakan cerita rekaan, namun
  memiliki Pesan dan amanat bagi    pembacanya
· Sejarah : Kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat
  asal-usul.


Prosa baru Meliputi :

· Kisah: Satuan naratif yang seringkali dibedakan dari cerita.
· Cerpen: Suatu bentuk prosa naratif fiktif, cenderung padat dan langsung
  pada tujuannya,
· Novel: Karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya berbentuk cerita.
· Biografi: Kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang.
· Otobiografi: Biografi yang ditulis oleh subyeknya.

C. Nilai-Nilai dalam Prosa Fiksi

   Prosa fiksi dalah prosa yang mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra, nilai-nilai prosa fiksi antara lain:

1. Memberikan wawasan
2. Memberikan inforrmasi
3. Memberikan kesenangan
4. Memberikan warisan budaya


D. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Puisi

   Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenal kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/esthetic, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya.Kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1. Figura bahasa
2. Kata – kata yang bermakna ganda.
3. Kata – kata berjiwa.
4. Kata – kata yang sudah diberi nilai-nilai,rasa,dan asosiasi-asosiasi tertentu.
alasan – alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD adalah sebagai berikut :
1. Hubungan puisi deengan pengalaman hidup manusia.
2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3. Puisi dan keinsyafan social




Contoh Karya Sastra



                                               Judul : Indraputra

Indraputera, putra Maharaja Bikrama Puspa adalah seorang putera yang sangat arif bijaksana, lagi terlalu perkasa dan saktinya. Tetapi nasibnya mula-mula tidak seberapa mujur. Semasa masih kecil, ia telah diterbangkan oleh sekor merak emas. Ia jatuh di suatu taman dan dipelihara oleh nenek kebayan. Sesudah beberapa lama ia diangkat menjadi anak perdana menteri.

Tersebutlah perkataan Raja Syahsian tiada mempunyai seorang anak. Pada suatu hari baginda pergi berburu dan melihat seekor kijang menangisi ibunya yang telah dipanah mati. Baginda terharu dan ingin berputera. Kemudian terdengar khabar bahwa di sebuah gunung yang jauh ada tinggal seorang maharesi pertapa yang terlalu sakti, Berma Sakti namanya. Barang siapa ingin beranak boleh meminta obat daripadanya. Akan tetapi, karena tempat gunung terlalu jauh dan harus melewati hutan rimba yang penuh dengan binatang buas, tiada seorang pun yang sanggup pergi ke gunung itu. Indraputera menawarkan diri untuk pergi ke gunung itu.

Maka pergilah Indraputera mencari obat itu. Bermacam-macam pengalaman dialami. Ia pernah bertemu dengan tengkorak yang dapat berkata-kata, membunuh raksasa dan bota yang makan manusia. Ia juga pernah mengunjungi negeri jin Islam, negeri yang penghuninya kera belaka dan kalau siang hari menjadi manusia. Ia bersahabat dengan anak raja-raja yang berasal dari golongan manusia dan jin. Berbagai hikmat diperolehnya; ada hikmat yang dapat menciptakan negeri langkap dengan segalanya, menciptakan angin ribut, menghidupkan orang yang telah mati. Akhirnya sampai ia di gunung tempat pertapaan Berma Sakti. Berma Sakti memberikan obat kepada Indraputera; di samping itu Indraputera juga diajar berbagai hikmat. Berkata Berma Sakti kepada
Indraputera,” Hai anakku, pejamkan matamu dan citalah barang yang engkau kehendaki niscaya sampailah ke tempat itu”. Indraputera memejamkan matanya. ketika dibuka matanya, ia sudah ada kembali di kebun nenek kebayan di negerinya.

Raja Syahsian dan perdana menteri sangat gembita. Setelah memakan obat yang dibawa Indraputera, yaitu sekuntum bunga tunjung, permaisuri hamillah dan melahirkan seorang anakyang elok parasnya yang dinamakan Tuan Puteri Indra Seri Bulan. Pada suatu ketika Indraputera dituduh berbuat jahat dengan dayang-dayang istana dan akhirnya Indraputera dibuang di sebuah negeri yang kotanya terbuat dari batu hitam. Raja negeri ini sangat memuliakan Indraputera dan memberikan hadiah sehelai kain yang dapat menyembuhkan segala macam penyakit kepada Indraputera.

Tuan Puteri Indra Seri Bulan pun besarlah. Ramai anak raja yang datang meminang tuan puteri. Tidak lama kemudian, tuan puteri pun sakit dan semua tabib istana tidak dapat menyembuhkan. Maka gong pun dipalu,” Barang siapa dapat mengobati tuan puteri, jika hina sekalipun bangsanya akan diangkat menjadi menantu raja.” Indraputera muncul dan menyembuhkan tuan putri. setelah dengan berbagai masalah yang menerjang akhirnya Indraputera dapat meminang Tuan Puteri Indra Seri Bulan.




Contoh Prosa

Dongeng  


Pogi yang Malang

Pogi adalah pemuda yang malas. Kerjanya hanya makan, tidur, dan bermain-main. Ayah dan ibunya tidak melarang sebab mereka adalah keluarga kaya. Apa saja kemauan Pogi selalu dituruti.
Suatu pagi, Pogi pergi bermain ke hutan. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seorang pengembara yang membawa lima karung yang berat.
Hai, pemuda ! Maukah kau menolongku membawa karung ini ke kota ? ”tanya  pengembara itu.
Pogi pura-pura tidak mendengar. Ia tetap berjalan perlahan sambil mengamati tumbuhan.
Nak, aku akan memberimu salah satu dari kantong ini. Silahkan pilih!”
Pogi masih pura-pura tidak mendengar. Huh! Tadi minta tolong sekarang malah mau memberi karung. Paling-paling isinya Cuma sampah, bati Pogi.
” Anak muda, karungku yang bertali merah ini berisi ramuan obat segala penyakit, sedangkan yang bertali biru berisi bibit padi segala musim. Atau kamu mau karung dengan tali berwarna putih? Ini berisi kain sutera pilihan, yang bertali hijau berisi aneka macam penyedap masakan, dan yang berwarna kuning berisi emas permata. Nah, pilihlah salah satu!”
Ah, baiklah.”kata Pogi semangat. ”Aku pilihyang berwarna kuning aja.”
Apakah kamu yakin karung ini membawa keberuntungn bagimu?”
Sangat yakin. Sudahlah, cepat berikan. Aku tidak sabar membawanya pulang .”omel Pogi .
Pengembara itu menyerahkan karung yng bertali kuning. Pogi langsung membawa karung itu pergi tanpa berterima kasih. Setelah agak jauh, dibukanya karung itu. Ah, betapa gembiranyaPogi saat melihat banyak emas di dalamnya. Pogi lalu melanjutkan perjalanan pulang.
Tiba-tiba...
Pokoknya kalau bertemu orang kaya, kita rampok saja.” kata salah satu orang.
Pogi yang mendengar suara itu, cepat-cepat bersembunyi. Setelah kedua orang itu berlalu, Pogi segera keluar dari persembunyiannya. Ia meneruskan dengan tergesa-gesa dan takut. Sampailah Pogi di tepi sungai. Di tempat penyeberangan itu tampak sepi. Hanya ada tiga penarik perahu.
Sepi sekali hari ini.”ujar yang bertubuh paling kecil.
Benar tidak seperti bisanya.” jawab yang berambut keriting.
Bagaimana kalau kita rampok saja orang yang menyeberang dengan perahu kita ini ?” tanya yang bertubuh kekar.
Ketiga penarik perahu tertawa terbahak-bahak. Mendengar hal itu Pogi semakin ketakutan. Diambilnya jalan pintas. Pogi berenang menuju ke seberang sungai. Sesampainya di tengah sungai, seekor buaya menuju ke arahnya.
Tanpa ragu-ragu, Pogi memukul moncong buaya itu dengan karung yang dipanggulnya. Buaya itu malah membuka moncongnya. Pogi tak banyak berpikir. Dilemparnya karung berisi emas itu ke arah buaya. Lemparan tepat sekali. Buaya itu kesulitan mengunyah karung. Pogi merasa musuhnya lengah. Ia berenang ke tepian secepatnya.
Sejak kejadian itu, Pogi menjadi sadar., ternyata emas tidak mendatangkan keberuntungan baginya. Justru mendatangkan bahaya. Sejak itu Pogi menjadi rajin dan bijaksana.
                              
                            Sumber : Aku Cinta Bahasa Indonesia  kelas IV , Tiga Serangkai
                                  http://akiliblogspotc.blogspot.com/2011/10/contoh-contoh-prosa.html

Puisi 
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenal kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/esthetic, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya.

Kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1. Figura bahasa 
2. Kata – kata yang bermakna ganda.
            3. Kata – kata berjiwa.
            4. Kata – kata yang sudah diberi nilai-nilai, rasa, dan asosiasi-asosiasi tertentu.

Alasan – alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD adalah sbb :

 
1. Hubungan puisi deengan pengalaman hidup manusia.
            2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.

            3. Puisi dan keinsyafan social.
 http://ulfamvn.blogspot.com/2012/10/3-konsepsi-ilmu-budaya-dasar.html

 Contoh Puisi

Mimpi

Jika hatimu terasa gundah
Berbaringlah dalam kesunyianmu
Jika hatimu tak lekas cerah
Pejamkan matamu dan tidurlah
Bawa dirimu terbang dan melayang

Dalam indah dunia mimpi
Jika hatimu t’lah riang
Buka mata dan bangkitlah dari mimpimu

Karena ada orang-orang yang menantimu


 2. Manusia dan Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indahl, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, ta13nan, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “G,a-ris Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu ber­asal dari- bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.
Selain itu menurut luasnya dibedakan pengertian:

1. Keindahan dalam arti luas.
Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
 Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :
· keindahan seni
· keindahan alam
· keindahan moral
· keindahan intelektual.

2. Keindahan dalam arti estetik murni.
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dellgan se:gala sesuatu yang diserapnya.

3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
Keindahan dalam arti yang terbatas, me~punyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut bendabenda yang dapat -diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.

A. Nilai estetik

Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Dalam ”Dictionary of Sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :

‘”The believed Capacity of any object to saticgy a human desire. The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group” (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok).
Hal itu berarti, bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.
Nilai itu ada yang membedakan antara nilai sub yektif dan obyektif,Tetapi penggolongan yang penting ialah:

- Nilai ekstrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (“instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya uisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik

- Nilai intrinsik
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik .

B. Pengelompokan-pengelompokan pengerian keindahan
dilihat dari beberapa persepsi tentang keindahan berikut ini :

1. Keindahan adalah sesuatu yang rnendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat (Tolstoy);

2. Keindahan adalah keseluruhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sarna lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri. Atau, beauty is an order of parts in their manual relations and in their relation to the whole (Baumgarten).


3. Yang indah hanyalah yang baik. Jika belum baik ciptaan itu belurn indah. Keindahan harus dapat memupuk perasaan moral. Jadi ciptaan-ciptaan yang amoral tidak bisa dikatakan indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral (Sulzer).

4. Keindahan dapat terlepas sarna sekali dari kebaikan (Winehelmann).

5. Yang indah adalah yang rnemiliki proporsi yang harmonis. Karena proporsi yang harrnonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan dengan kebaikan. Jadi, yang indah adalah nyata dan yang nyata adalah yang baik (Shaftesbury). .

6. Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang (Hume).

7. Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang, dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak memberikan pengalaman yang menyenangkan (Hemsterhuis).
Dengan melihat demikian beragamanya pengertian keindahan, dan kita harus percaya bahwa yang di atas itu hanyalah sebagian kecil, boleh jadi akan rnengeeewakan kita yang menuntut adanya satu pengertian yang tunggal tapi yang memuaskan. Namun demikian, dari berbagai pengertian yang ada, sebenarnya, kita bisa menempatkannya dalam kelompok-kelompok pengertian tersendiri, Pengelompokan-pengelompokan yang bisa kita buat adalah sebagai berikut :

1. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar pada titik pijak atau landasannya.
Dalam hal ini ada dua pengertian keindahan, yaitu yang bertumpu pada obyek dan subyek, Yang pertama, yaitu keindahan yang obyektif, adalah keindahan yang memang ada pada obyeknya sementara kita sebagaimana mestinya. Sedang yang kedua; yang disebut keindahan subyektif; adalah keindahan yang biasanya ditinjau dari segi subyek yang melihat dan menghayatinya. Di sini keindahan diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menimbulkan rasa senang pada diri si penikmat dan penghayat (subyek) tanpa dicampuri keinginan-keinginan yang bersifat praktis, atau kebutuhan·kebutuhan pribadi si penghayat.

2. Pengelompokan pengertian keindahan dengan berdasar pada cakupannya.
Bertitik tolak dari landasan ini kita bisa membedakan antara keindahan sebagai kualitas abstrak dan keindalan sebagai sebuah bcnda tertentu yang memang indah. Perbedaan semacam ini lebih tampak, misalnya dalam penggunaan bahasa Inggris yang mengenalnya istilah beauty untuk keindahan yang pertama, dan istilah The Beautiful untuk pengertian yang kedua, yaitu benda atau hal·hal tertentu yang memang indah.

3. Pengelompokan pengertian keindahan berdasar luas-sempitnya.

Dalam pengelompokan ini kita bisa membedakan antara pengertian keindahan dalam arti luas, dalam arti estetik murni, dan dalam arti yang terbatas. Keindahan dalam arti luas, menurut The Liang Gie, mengandung gagasan tentang kebaikan. Untuk ini bisa dilihat misalnya dari pemikiran Plato, yang menyebut adanya watak yang indah dan hukum yang indah: Aristoteles yang melihat keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan

Dari apa yang dikemukakan di atas, ada hal bisa kita petik, yaitu: Pertama, keindahan menyangkut persoalan filsafati, sehingga jawaban terhadap apa itu keindahan sudah barang tentu bisa bermacam-macam. Kedua, keindahan sebagai pengertian mempunyai makna yang relatif, yaitu sangat tergantung kepada subyeknya.
Pengertian keindahan tidak hanya terbatas pada kenikmatan penglihatan semata-mata, tetapi sekaligus kenikmatan spiritual. Itulah sebabnya Al-Ghazali memasukkan nilai-nilai spiritual, moral dan agama sebagai unsur-unsur keindahan, di samping sudah . barang. tentu unsur-unsur yang lain.

C. Alasan Manusia Mencipta Keindahan

Keindahan itu pada dasamya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu artinya wajar, tidak herlebihan tidak pula kurang. Kalau pelukis wanita lebih cantik dari keadaan yang sebenarnya, justru tidak indah. Karena akan ada ucapan “lebih cantik dari warna aslinya”.
Bila ada pemain drama yang berlebihlebihan, misalnya marah dengan meluap-Iuap padahal kesalahan kecil, atau karena kehilangan sesuatu yang tak berharga kemudian menangis meraung-raung, itu berarti tidak alamiah.
Maka keindahan berasal dari kata indah berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Benda yang mengandung keindahan ialah segala hasil seni dan alam semesta ciptaan Tuhan. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia. Karena itu kapan, di mana, dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

D. Hubungan manusia dan keindahan

manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan.
Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri.
Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”. Maka “keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karena dengan keindahan tu itu manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana . keindahan itu perasaan “(ke) manusia (annya)” tidak terganggu.

Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terrealisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.
Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini.



Referensi

Selasa, 08 Oktober 2013

KERIS ( Tugas Ke 2 - Ilmu Budaya Dasar )




Keris menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah senjata tajam bersarung, ber ujung tajam dan bermata dua, keris berbentuk berkeluk-kelu, tapi ada juga yang lurus. Tapi menurut id.wikipedia.org keris merupakan senjata tikam golongan belati (berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya) dengan banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantarabagian barat dan tengah. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya karena tidak simetris di bagian pangkal yang melebar, seringkali bilahnya berkelok-kelok, dan banyak di antaranya memiliki pamor (damascene), yaitu terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah.

Menurut sejarah, budaya keris mulai dikenal di Jawa sekitar abad ke-6, pada awal Kerajaan Mataram Kuno. Ini terbukti dengan ditemukannya prasasti di Desa Dawuku, Kecamatan Grabag, Magelang, Jawa Tengah. Pada prasasti itu terdapat ukiran berbagai bentuk senjata tajam, termasuk keris.

Pada zaman Majapahit (abad ke-14), budaya keris mengalami perkembangan cukup pesat. Buku Ying Yai Seenglan, merupakan laporan hasil kunjungan Ma-Huan ke Majapahit pada abad ke-15 bersama Laksamana Cheng Ho. Dalam buku itu dijelaskan para lelaki di Majapahit, tua-muda memakai senjata tikam seperti keris yang saat ini dikenal.

Penggunaan keris menyebar pada masyarakat penghuni wilayah yang dipengaruh oleh Majapahit, seperti di Pulau Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatera, pesisir Kalimantan, sebagian Sulawesi, Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, dan Filipina Selatan (Pulau Mindanao). Keris Mindanao dikenal sebagai kalis. Keris di setiap daerah memiliki kekhasan sendiri-sendiri dalam penampilan, fungsi, teknik garapan, serta peristilahan.Tetapi Keris Indonesia telah terdaftar di UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sejak tahun 2005, dan oleh karna itulah saya membahas tentang keris ini.

Dalam pembuatanya, seorang Mpu haru memperhatikan sedikitnya 4 syarat untuk bisa dikatakan bahwa dia membuat dan menghasilkan keris, apa saja itu?

1. Keris harus terdiri dari dua bagian utama, yakni bagian bilah keris (termasuk pesi) dan bagian ganja. Bagian bilah dan pesi melambangkan ujud lingga, sedangkan bagian ganja melambangkan ujud yoni. Dalam falsafah Jawa, yang bisa dikatakan sama dengan falsafah Hindu, persatuan antara lingga dan yoni merupakan perlambang akan harapan atas kesuburan, keabadian (kelestarian), dan kekuatan, tapi juga ada keris dengan gonjo iras.
2. Bilah keris harus selalu membuat sudut tertentu terhadap ganja, bukan tegak lurus. Kedudukan bilah keris yang miring atau condong, ini adalah perlambang dari sifat orang Jawa, dan juga suku bangsa Indonesia lainnya, bahwa seseorang apa pun pangkat dan kedudukannya, senantiasa menunduk dan hormat bukan saja pada Sang Pencipta, juga pada sesamanya. Ilmu padi, kata pepatah, makin berilmu seseorang, makin menunduklah orang tersebut.

3. Ukuran panjang bilah keris yang lazim adalah antara 33 - 38 cm (kecuali yg dikatakan “corok” Beberapa keris luar Jawa bisa mencapai 58 cm, bahkan keris buatan Filipina panjangnya ada yang mencapai 64 cm. yang terpendek adalah keris Buda dan keris buatan Nyi mbok Sombro, Tetapi keris yang dibuat orang amat kecil dan pendek, misalnya hanya 12 cm, atau bahkan ada yang lebih kecil dari ukuran fullpen, tidak dapat digolongkan sebagai keris, melainkan semacam jimat berbentuk keris-kerisan.

4. Keris yang baik harus dibuat dan ditempa dari tiga macam logam, minimal dua, yakni besi, baja dan bahan pamor. Dengan demikian, keris yang dibuat dari kuningan, seng, dan bahan logam lainnya, tidak dapat digolongkan sebagai keris. Begitu juga "keris" yang dibuat bukan dengan cara ditempa, melainkan dicor, atau yang dibuat dari guntingan drum bekas aspal tergolong bukan keris, melainkan hanya keris-kerisan juga Meskipun masih ada beberapa kriteria lain untuk bisa mengatakan sebuah benda adalah keris,ya ketentuan di atas itulah yang terpenting.

Ada banyak keunikan tentang keris ini, apa saja itu?

Keris dibuat seorang mpu. Keris bermutu tinggi dibuat memakan waktu kurang lebih 45 hari dan terbagi dalam beberapa tahap. Pertama, masuh, menempa bahan keris terus menerus sampai kadar karbonnya berkurang. Kedua, saton,menambahkan 300 gram pamor dengan cara menempanya tumpang tindih berkali-kali. Kemudian dibentuk menjadi tiga bagian utama, yakni bagian badan bilah keris (wilahan), bagian pangkal keris (ganja atau aring), dan bagian keris yang masuk ke hulu pegangannya (pesi/paksi/punting).
Agar tampilan keris perfect, maka dilakukan proses penyepuhan. Caranya, panaskan keris hingga suhu 500 derajat Celcius, lalu didinginkan secara mendadak ke dalam air yang telah diberi larutan warangan. Warangan adalah senyawa yang mengandung arsen, sehingga proses ini akan menghasilkan perpaduan warna menakjubkan. Bagian besi keris berwarna kehitaman dan pamornya tetap putih seputih perak.
Menurut pustaka kuno, untuk menghasilkan sebilah keris istimewa dan ampuh memakan waktu sekitar dua tahun. Hal ini berkaitan dengan pemilihan hari baik, kelengkapan sesaji, kekuatan ritual. Si mpu hanya bekerja pada hari-hari yangdianggap baik menurut primbon. Keris biasanya berbentuk lurus (dapur leres) dan berkelok (dapurluk). Yang paling pendek memiliki tiga luk dan terpanjang 29 luk.
Selain sebagai senjata andalan (piandel), keris juga kerap menjadi wakil (sesulih) pribadi pemiliknya. Di beberapa daerah di Pulau Jawa, pada suatu pernikahan jika mempelai putra berhalangan hadir, ia boleh mendelegasikan dirinya dengan sebilah keris miliknya. Dus, mempelai wanita duduk bersanding mesra di pelaminan dengan keris milik suaminya. Tidak hanya itu, seorang utusan raja dianggap sah ketika menghadapi raja lainnya, apabila membawa salah satu keris pusaka milik rajanya.

Jadi banyak sekali nilai sejarah pada keris tersebut, dan masa saat ini keris tidak digunakan seperti jaman dahulu yang mayoritas oleh kerajaan majapahit yang mengunakanya untuk berperang dan menujukan wibawa seseorang, tapi sekarang keris hanyalah digunakan untuk aksesoris semata dan barang koleksi bagi para pejabat kaya di negeri Indonesia ini, tapi ada juga yang masih percaya bahwa keris memiliki nilai magis atau bisa disebut memiliki penunggu sendiri yang sering digunakan oknum-oknum dukun-dukun ataupun paranormal, tidak hanya disitu saja keris sekarang kadang di gunakan sebagai cinderamata bagi delegasi bangsa luar yang datang ke Indonesia.

Saat ini keris sangatlah terawat dan masih sangat di jaga kelestarianya, walaupun pada beberapa tahun lalu sempat menjadi polemic antar Negara asean keris milik siapa ?, maka UNESCO menetapkan bahwa keris menjadi warisan budaya, walaupun belum di ketahui pasti keris asal mulanya dari mana, tapi banyak peneliti mengatakan kerajaan majapahit lah yang pertama membuatnya yang notabenya berasal dari daerah Indonesia dan tersebar ke Malaysia, Filipina, kamboa dan Negara-negara asean lainya, ada juga di india dan china. 


Minggu, 06 Oktober 2013

Rasulan khas Gunungkidul

Apa sih Rasulan itu?

Rasulan adalah budaya bersih desa dalam 1 tahun sekali yang di adakan oleh warga-warga lokal dari kabupaten Gunungkidul daerah Istimewa Yogyakarta, biasanya Rasulan ini di adakan setelah panen dan Rasulan juga di peruntukan sebagai bentuk ucap syukur terhadap sang pemberi berkah dan budaya ini sudah berlangsung sangat lama, dan uniknya acara kebudayaan ini di adakan perdusun dan tiap dusun memiliki cara yang berbeda dalam merayakan rasulan ini.

Dalam teknis pelaksanaannya pemerintah desa membentuk panitia Rasulan dan kemudian panitia rasulan merencanakan acara, waktu pelaksanaan serta jumlah biaya  yang dibutuhkan . Setelah teknis pelaksanaan di putuskan kemudian biaya pelaksanaan dibebankan kepada warga masyarakat perkeluarga.

Besar kecilnya biaya yang ditanggung warga tergantung beberapa hal :
1.       Hiburan acara
2.       Bancakan atau makanan yang di beli dan di bagikan ke anak-anak di dusun tersebut
3.       Jumlah pemasak makanan

Rasulan itu juga merupakan bentuk pengerat tali silaturahmi antara warga sekitar agar warga peduli antara satu dengan yang lain, di kebudayaan rasulan ini memiliki banyak keunikan, keunikan yang pertama adalah malam sebelum acara kebudayaan rasulan pasti akan selalu di adakan acara yang namanya Kemit, Kemit yaitu dimana anak-anak, pemuda-pemudi dan orang tua berkumpul pada satu tempat yang bernama balai desa, untuk makan bersama dan saling bercengkrama satu dengan yang lain, ke unikan yang lain adalah saat rasulan mau di mulai atau sore sebelum acara di mulai, anak-anak di bawah umur 15 tahun di kumpulkan dan membawa tempat makanan dan bagi yang di atas umur 15 tahun harus ada yang mewakili perkeluarga untuk membawa makanan yang lumayan banyak sebagai bentuk syukur, dan setelah berkumpul nanti akan ada kepala desa yang akan membacakan doa dan membuka acara dengan simbolis yaitu mensuir-suri daging ayam dan dibagikan ke anak-anak yang ada disitu, dan setelah itu di ikuti dengan warga yang lain, samai anak-anak nantinya mendapatkan makanan yang banyak.

                Setelah tahap-tahap sebelum rasulan itu selesai, barulah acara puncaknya yaitu pada malam hari yang biasanya bertempai di balai desa, warga akan berkumpul di situ untuk menyaksikan banyak hiburan, ada hiburan tarian ada hiburan campursari, tayub dan lain-lain, dan disinilah yang ditunggu warga, mereka akan menari bersama dan akan berpesta sampai pagi, tapi sekarang kebudayaan Rasulan ini tidak hanya di hiasi tarian tarian dari orang dewasa saja, tapi sekarang Rasulan ini lebih terbuka terhadap anak-anak untuk menyanyi, menari dan lain sebagainya.

                Pada saat ini Rasulan masih dan saya percaya akan selalu di adakan sebagai bentuk pelestarian budaya di Gunungkidul yang notabenya adalah kampung halaman saya, kebudayaan ini adalah kebudayaan yang sangat bai dan seterusnyapun begitu.


Selasa, 01 Oktober 2013

Tugas Ilmu Budaya Dasar (SOFTSKILL)

.  1.  Apa pendapat anda mengenai acara MISS WORLD, apakah anda setuju atau tidak setuju dengan adanya MISS WORLD ? Berikan alasan menurut sudut pandang anda sendiri.


Sebelum menjawab pertanyaan, mari kita ketahui apa Miss World itu. Pada dasarnya Miss World adalah kontes kencantikan yang di pertama diadakan oleh Eric Morley yang pada tahun pertamanya yaitu 1951 dan di adakan di inggris. Pada tahun awal pertama sampai tahun 2000 Miss World diketuai oleh Eric Morley sendiri, dan setelah dia meninggal, istrinyalah yang mengantikanya yaitu Julia Morley sampai sekarang. Miss world itu sendiri sebenarnya tidak hanya mementingkan kecantikan saja, melainkan banyak hal yang di perlombakan di dalam kontes Mis World tersebut. Mungkin pada awalnya Miss World adalah sebuah kontes bikini yang pada saat itu sebagai alat promosi pakaian renang terbaru oleh dunia barat, tapi itu tidak berjalan lama karena setelah itu format Miss World di ubah menjadi lebih sopan dan tidak terlalu mencolok, dan pada tahun 1980 ajang Miss World menambahkan beberapa syarat penyeleksian yaitu tes intelegensi dan juga tes kepribadian dengan slogan pada waktu itu dan sampai sekarang adalah “Kecantikan Dengan Tujuan” atau dalam bahasa inggrisnya “Beauty With a Purpose”.

Setujukah atau tidak Miss World di adakan?

Saya pribadi sangat setuju dengan di adakanya kontes Miss World ini, karena di Miss World saat ini bukan hanya menampilkan kecantikan tubuh dari peserta saja tak seperti awal ajang Miss World ini di mulai, tapi sekarang Miss World telah bertransformasi menjadi ajang yang lebih menarik, contohnya banyak Negara yang sangat ingin menjadi tuan rumah sebagai tempat di helatnya ajang Miss World ini banyak Negara berfikir dan bersaing untuk mendapatkan kesempatan ini karena banyak keuntungan yang di dapat suatu Negara jika mendapat kesempatan menjadi tuan rumah, budaya lokal akan sangat di kenal dunia, tempat pariwisata akan otomatis menarik wisatawan dunia, jumlah pengunjung kenegara yang sebagai ajang Miss World itu akan sangat meningkat dan masih sangat banyak keuntungan yang di dapat dari ajang Miss World ini. Miss World bukan di situ saja sisi positifnya, menurut id.wikipedia.org, Miss World pertahun bisa mengumpulkan dana sekitar 250 lebih dan dana itu di pergunakan untuk amal dan berbagai kegiatan sosial lainya.

Dan juga karena tahun ini ajang Miss World di Indonesia dan Indonesia ini memiliki ragam budaya, jadi inilah tempat dan kesempatan budaya kita untuk di pamerkan lewat ajang ini, seperti yang sudah terjadi, tak ada peragaan bikini dan tak ada sesi pantai yang mengumbar kecantikan tubuh, tapi di Indonesia ini ajang Miss World sangat menghormati budaya bangsa ini, dan lebih mengikuti budaya Negara ini. banyak yang menilai bahwa ajang ini akan menggerus budaya kita, tapi saya percaya ajang ini akan membawa dampak positif untuk setiap budaya di negeri ini. kita bisa lihat ke Negara tirai bambu (cina) yang sebelumnya menjadi tuan rumah ajang Miss World yang tepatnya diadakan di daerah Sanya, China. Tak bisa di pungkiri memang dampak yang dibawa oleh ajang Miss World ini sangat besar, daerah tersebut mengalami peningkatan kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun. Itu merupakan bukti bahwa dari segi pariwisata ajang Miss World akan banyak berpengaruh dan boleh kita lihat ajang ini telah di adakan di bali yang kira-kira 20 hari itu telah di buktikan bahwa tidak ada peragaan bikini yang tidak sesuai dengan adat dan agama di Indonesia dan telah di ganti dengan ajang pameran budaya dan hampir semua budaya Indonesia dari tarian dan baju adat Indonesia telah mereka pakai dan pelajari dan ini disiarkan oleh lebih dari 150 chanel tv luar negeri dan tidak mungkin bali dan kawasan lain dan juga budaya lain akan sangat terkenal dan pasti akan menarik wisatawan asing untuk datang dan mencoba kebudayaan Indonesia.

Jadi pada intinya Miss World adalah ajang KECANTIKAN DENGAN TUJUAN yang banyak membawa pengaruh positif dan menguntungkan juga, tidak hanya memamerkan tubuh dan kecantikan, melainkan kecerdasan sosial dan juga kepribadian untuk memajukan dunia, pandangan yang sempit dan pendek itulah yang membuat banyak permasalah dengan budaya lokal kita yang sebenarnya ajang Miss World ini akan sangat memperkenalkan Indonesia dan budaya bangsa.



2.  Berikan contoh permasalahan budaya lokal yang di sekitar!


                Banyak sebenarnya permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar apalagi dengan budaya, budaya kita sangatlah baik dan sopan, itulah dasarnya budaya lokal di sekitarku, tapi beberapa tahun belakangan ini kebudayaan baik dan sopan itu sedikit demi sedikit mulai terurai dan mungkin sudah tidak ada.

                Saya akan memberikan contoh yaitu merupakan budaya mencium tangan orang tua ataupun guru pengajar kita, ini kalau kita melihat merupakan suatu bentuk penghormatan terhadap orang tua dan berperilaku sopan terhadap yang lebih diatasnya. Budaya mencium tangan adalah budaya yang sudah ada sejak jaman dahulu, hampir semua suku di Indonesia ini sangat mengenal dengan budaya ini. Tapi sayang sekali dimasa yang mulai mengelobalisasi ini budaya ini seakan-akan mulai pudar, boleh kita ambil contoh dari sekolahan menengah ke atas ataupun SMP, sudah jarang sekali ada orang yang mau menyalami gurunya ataupun orangtuanya, mereka terkadang setiap melihat guru bukanya menyapa malah pergi menghindar dan kalau bisa sejauh mungkin berkomunikasi dengan guru, dan juga kadang kita melupakan setiap mau berangkat kesekolah untuk mencium tangan orang tua, dan malah terkesan acuh, apalagi di lingkungan kampus seperti ini, malahan jarang sekali mahasiswa mengenal dosen ataupun tenaga pengajar di perkuliahan. Ini sangat disayangkan karena budaya baik kita mulai luntur.

                Itu merupakan salah satu contoh permasalahan budaya lokal yang ada disekitar, sebenarnya masih banyak antara lain banyak bahasa kita yang di ganti bahasa entah apa artinya dan itu tak ada di kamus besar Indonesia, dan juga permainan tradisional yang sudah mulai tergantikan dengan permainan yang lebih modern dan lebih anti sosial, dan masih banyak lagi.