Selama lebih dari dua puluh tahun, peran industri manufaktur dalam perekonomian
Indonesia telah meningkat secara substansial, dari 19% terhadap PDB tahun 1990 menjadi
26% tahun 2009 (Grafik II.1). Walaupun selama tahun 1990-2008, sektor industri juga sempat
mengalami penurunan pertumbuhan akibat adanya krisis. Di sisi lain, peningkatan lapangan
kerja industri manufaktur hanya naik dari 10 % menjadi 12 %.
Dinamika sektor industri secara umum bergerak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
Ketika krisis Asia melanda Indonesia tahun 1997/1998, PDB tahun 1998 tumbuh negatif sebesar
13.3 % yang juga diikuti oleh penurunan pertumbuhan sektor manufaktur sebesar 15.4 %
(Grafik II.2). Penurunan yang tajam pada output manufaktur tahun 1998 ini juga diikuti oleh
penurunan tajam lapangan kerja di sektor manufaktur yaitu sebesar 9%.
% PDB
%
25
20
15
10
5
0
-5
-10
-15
-20
25
1994 1997 2000 2003 2006 2009
Manufaktur PDB
93 94 95 96 97 98 99 00 01 02 03 04 05 06 07 08 09 -
Manufacturing Industries (%) Agriculture (%)
Mining and Quarrying (%) Financial, Ownership and Business (%)
Grafik II.1: Kontribusi Sektor Utama
terhadap Perekonomian
Grafik II.2: Pertumbuhan PDB dan
Sektor Manufaktur Tahun 1994-2009
Kontribusi sektor manufaktur yang besar terhadap perekonomian menyebabkan siklus
perekonomian tidak terlepas dari dinamika sektor manufaktur. Siklus boom dan bust dalam
ekonomi sering dikaitkan dengan jumlah perusahaan yang masuk dan keluar dari suatu industri.
Selain terhadap perekonomian, dinamika perusahaan juga mempengaruhi penurunan output
dan kesempatan kerja sektor manufaktur.
Jumlah perusahaan yang masuk dan keluar juga menjadi berpengaruh bagi fluktuasi
makroekonomi karena beberapa alasan. Pertama, dinamika tersebut mungkin disebabkan
struktur perekonomian sedang menghadapi guncangan atau perubahan kebijakan. Kedua,
jumlah perusahaan yang masuk dan keluar berguna untuk melihat bagaimana implikasi
guncangan positif (boom) atau negative (bust). Beberapa penelitian memberikan bukti empiris
Dinamika Industri Manufaktur dan Respon Terhadap Siklus Bisnis 137
pengaruh siklus bisnis terhadap dinamika industri manufaktur. McQueen dan Thorley (1993)
menyatakan kapasitas produksi industri manufaktur di AS akan menurun dan melambat selama
masa resesi.
Sebagian besar penelitian menganalisis hubungan antara karakteristik perusahaan
manufaktur dengan siklus ekonomi yang berfokus pada negara-negara maju2
penelitian yang melakukan analisis untuk menunjukkan pola sektor manufaktur dalam beberapa
siklus bisnis, khususnya di negara-negara berkembang. Secara eksplisit, penelitian ini bertujuan
untuk (i) mengetahui pengaruh perbedaan siklus boom/bust terhadap tingkat keluar/masuk
perusahaaan, (ii) mengetahui karakteristik perusahaan yang keluar masuk industri pada periode
boom/bust, dan (iii) mengukur pengaruh perubahan karakteristik perusahaan terhadap peluang
perusahaan keluar masuk industri pada periode boom/bust.
Penelitian ini ditulis dalam beberapa bagian. Bagian II menjelaskan latar belakang teoritis
dan kajian literatur. Bagian III membahas tentang metodologi dan data yang digunakan. Bagian
IV menyajikan analisis deskriptif perusahaan yang masuk dan keluar. Bagian V menjelaskan
hasil pengolahan data dan Bagian VI menyajikan beberapa kesimpulan.
. Belum ada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar